Thursday, November 14, 2019

JAVA CLASS

Class Induk Dan Class Anak Pada Java

1. Script Class Induk

package Induk;

class induk{
    private String var1;
    public int var2;
    induk (){
    }
    public void cetakData(){
    }
}
class Anak extends induk{
    private String dataAnak;
    Anak(){
}
    public void cetak(){
        cetakData();
    }
}

2. Script Class Pewaris

package induk;

public class Pewaris{
   
    public static void main(String args[]) {
        Anak anak = new Anak();
        anak.cetak();
        System.out.println("Demo Pewaris");
        System.out.println("isi var 2="+anak.var2);
    }
}


Maka outputnya akan seperti gambar dibawah ini.

 

Jika output diubah menjadi seperti ini:

Demo Pewaris
Isi var2 = 5
Isi var1 = HelloWorld
Isi dataAnak = Joko
Isi dataAnak = Siti

Apakah bisa menggunakan output seperti diatas?

Tidak bisa, sebab jika menggunakan output seperti diatas maka akan terjadi error. Karena pada dataAnak bersifat private bukan public.

Public adalah kode akses yang bersifat umum. dengan kata lain, data maupun method dalam suatu kodingan tersebut dapat diakses oleh semua bagian di dalam program.

Private adalah kode yang sesuai dengan namanya, akses ini bersifat private. dengan kata lain data maupun method hanya dapat diakses oleh kelas yang dimilikinya saja.

Dapat kita ambil contoh jika kita buat file/program baru yang sama dengan Demo Pewaris dan kita ubah menjadi Demo Lari maka hasil outputnya akan seperti gambar dibawah ini.
 


Friday, July 5, 2019

MINDMAP Sistem Input dan Output Komputer

Mindmap Sistem Input dan Output Komputer


Pengertian Sistem Input Dan Output Komputer I/O
Sistem Input Dan Output Komputer atau sering juga disingkat dengan I/O adalah suatu mekanisme pengiriman data secara bertahap dan terus menerus melalui suatu aliran data dari proses ke peranti (begitu pula sebaliknya). Fungsi I/O pada dasarnya adalah mengimplementasikan algoritma I/O pada level aplikasi. Hal ini dikarenakan kode apliksi sangat fleksibel, dan bugs aplikasi tidak mudah menyebabkan sebuah sistem crash.
Agar pembahasan kita tidak melebar keman-mana,mari kita langsung saja ketopik utama pembahasan kita tentang Sistem Input Dan Output Komputer, Silahkan disimak berikut adalah penjabarannya
Teknik Pengoperasian Perangkat I/O

a. Perangkat I/O terprogram (programmed I/O)
Merupakan perangkat I/O komputer yang dikontrol oleh program. Contohnya, perintah mesin in, out, move. Perangkat I/O terprogram tidak sesuai, untuk pengalihan data dengan kecepatan tinggi karena dua alasan yaitu:
  • Memerlukan overhead (ongkos) yang tinggi, karena beberapa perintah program harus dieksekusi untuk         setiap kata data yang dialihkan antara peralatan eksternal dengan memori utama.
  • Banyak peralatan periferal kecepatan tinggi memiliki mode operasi sinkron, yaitu pengalihan data dikontrol oleh clock frekuensi tetap, tidak tergantung CPU.
b. Perangkat berkendalikan interupsi (Interrupt I/O)
Interupsi lebih dari sebuah mekanisme sederhana untuk mengkoordinasi pengalihan I/O. Konsep interupsi berguna di dalam sistem operasi dan pada banyak aplikasi kontrol di mana pemrosesan rutin tertentu harus diatur dengan seksama, relatif peristiwa-peristiwa eksternal.
c. DMA (Direct Memory Address)
Merupakan suatu pendekatan alternatif yang digunakan sebagai unit pengaturan khusus yang disediakan untuk memungkinkan pengalihan blok data secara langsung antara peralatan eksternal dan memori utama tanpa intervensi terus menerus oleh CPU.
Evolusi telah terjadi pada sistem komputer. Evolusi antara lain terjadi peningkatan kompleksitas dan kecanggihan komponen-komponen sistem komputer. Evolusi sangat tampak pada fungsi-fungsi I/O, yaitu sebagai berikut:
  • pemroses secara langsung mengendalikan peralatan I/O. Teknik ini masih dilakukan sampai saat ini, yaitu untuk peralatan sederhana yang dikendalikan mikroprosesor untuk menjadi intelligent device.
  • Peralatan dilengkapi pengendali I/O (I/O controller). Pemroses masih menggunakan I/O terprogram tanpa interupsi. Pada tahap ini, pemroses tak perlu memperhatikan rincian-rincian spesifik interface peralatan.
  • Tahap ini sama dengan tahap 2 ditambah fasilitas interupsi. Pemroses tidak perlu menghabiskan waktu untuk menunggu selesainya operasi I/O. Teknik ini meningkatkan efisiensi pemroses.
  • Pengendali I/O diberi kendali memori langsung lewat DMA. Pengendali dapat memindahkan blok data ke atau dari memori tanpa melibatkan pemroses kecuali di awal dan akhir transfer.
  • Pengendali I/O ditingkatkan menjadi pemroses yang terpisah dengan instruksi-instruksi khusus yang ditujukan untuk operasi I/O. Pemroses pusat mengendalikan/memerintahkan pemroses I/O untuk mengeksekusi program I/O yang terdapat di memori utama.
  • Pemroses I/O mengambil dan mengeksekusi instruksi-instruksi ini tanpa intervensi pemroses utama (pusat). Dengan teknik ini dimungkinkan pemroses pusat menspesifikasikan barisan aktivitas I/O dan hanya diinterupsi ketika seluruh barisan telah diselesaikan.
  • Pengendali I/O mempunyai memori lokal yang menjadi miliknya dan komputer juga memiliki memori sendiri. Dengan arsitektur ini, sekumpulan besar peralatan I/O dapat dikendalikan dengan keterlibatan pemroses pusat yang minimum.
Arsitektur ini digunakan untuk pengendalian komunikasi dengan terminalterminal interaksi. Pemroses I/O mengambil alih kebanyakan tugas yang melibatkan pengendalian terminal. Evolusi berlangsung terus, jalur yang dilalui oleh evolusi adalah agar fungsi-fungsi I/O dapat dilakukan lebih banyak dan lebih banyak lagi tanpa keterlibatan pemroses pusat. Pemroses pusat yang tidak disibukkan dengan tugas-tugas yang berhubungan dengan I/O akan meningkatkan kinerja sistem. Tahap 5 & 6 merupakan tahap perubahan utama, yaitu konsep pengendali I/O mampu mengeksekusi program sendiri.
Prinsip-Prinsip Perangkat I/O
Terdapat dua sasaran perancangan perangkat I/O, yaitu:
a. Efisiensi
Merupakan aspek penting karena operasi I/O karena sering menjadi operasi yang menimbulkan bottleneck pada sistem komputer/komputasi.
b. Generalitas (Device-independence)
Selain berkaitan dengan simplisitas dan bebas dari kesalahan diharapkan juga menangani semua gerak peralatan secara beragam. Pernyataan ini diterapkan dari cara proses-proses memandang peralatan I/O dan cara sistem operasi mengelola peralatan-peralatan dan operasi-operasi I/O.
Perangkat lunak diorganisasikan sebagai satu barisan lapisan. Lapisan-lapisan lebih bawah berurusan menyembunyikan kepelikan-kepelikan perangkatkeras. Untuk untuk lapisan-lapisan lebih atas berurusan memberikan interface yang bagus, bersih, nyaman dan seragam ke pemakai.
Masalah-masalah penting yang terdapat dan harus diselesaikan pada perancangan manajemen I/O adalah:
  • Penamaan yang seragam (uniform naming) Nama berkas atau peralatan adalah string atau integer, tidak tergantung pada peralatan sama sekali.
  • Penanganan kesalahan (error handling) Umumnya penanganan kesalahan ditangani sedekat mungkin dengan perangkat keras.
  • Transfer sinkron vs asinkron, Kebanyakan fisik I/O adalah asinkron. Pemroses mulai transfer dan mengabaikannya untuk melakukan kerja lain sampai interupsi tiba. Programprogram pemakai sangat lebih mudah ditulis jika operasi-operasi I/O berorientasi blok. Setelah perintah read, program kemudian secara otomatis ditunda sampai data tersedia di buffer.
  • Shareable vs dedicated Beberapa peralatan dapat dipakai bersama seperti disk, tapi ada juga peralatan yang harus hanya satu pemakai yang dibolehkan memakainya pada satu saat. Contohnya peralata yang harus dedicated misalnya printer.
Mungkin sekiranya cukup ini pembahasan tentang Sistem Iput Dan Output Komputer. Saya selaku penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan dalam penyampaian dan penyajian tuisan diatas, oleh karena itu penulis sangat-sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar dikedepannya penulis bisa memperbaiki kesalahann tersebut, dengan cara meninggalkan pesan dikolom komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan lewatkan juga artikel terkait komputer tentang Pengertian Hardware, Software dan Brainware Komputer. Sekian dari saya semoga artikel diatas dapat menambah wawasn kita tentang komputer.


Perangkat Peripheral

Periferal komputer adalah berbagai komponen yang terhubung ke CPU (Central Processing Unit) yang berfungsi sebagai perangkat I/O data ke dalam dan keluar CPU, yang selanjutnya diproses oleh sistem komputer untuk mengolah data input yang diinput oleh periferal input seperti mouse, keyboard, scanner, recording device, webcame. Data input ini dapat berupa data dokumen, suara, gambar, gerakan dan video. Selanjutnya data yang telah di masukkan kedalam komputer akan diolah ileh peralatan. Proses untuk menghasilkan data output yang akan ditampilkan dalam bentuk nyata atau tidak oleh periferal output misalnya berupa dokumen, suara, gambar, dan video yang dihasilkan oleh periferal seperti monitor, printer, plotter, speaker, dan headset.
Periferal tersebut termasuk dalam kategori hardware yang merupakan bagian dari tiga komponen utama komputer yaitu :
1. Hardware : adalah perangkat keras yang dapat berupa benda/komponen fisik yang secara nyata dapt disentuh dan dilihat.
2. Software : adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menjalankan hardware berdasarkan perintah yang diinputkan oleh brainware melalui software sehingga hardware dapat digunakan dan difungsikan.
3. Brainware : adalah perangkat akal yang memanajemen atau berfungsi untuk memasukkan perintah agar software dan hardware dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya.
Berdasarkan kegunaannya, periferal komputer terdiri atas 2 tipe yaitu :
1. Periferal utama (Main Periferal) : yaitu tipe periferal yang keberadaannya harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya mouse, keyboard , dan monitor.
2. Periferal pendukung (Out Sillary Periferals) : yaitu periferal pendukung yang keberadaannya tidak harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya printer, speaker, webcame,  dan scanner.
Sesuai dengan penjelasan diatas, maka periferal yang termasuk kedalam hardware memiliki fungsi tertentu untuk dapat memasukkan atau mengeluarkan data ke/dari komputer.
1. Input Device
a. Mouse
 
Mouse adalah perangkat input yang dapat memasukkan data berupa gerakan objek yang sebelumnya telah dipindai oleh optikal yang ada pada mouse (Optical Mouse) tersebut, atauberupa gerakan bola yang berguling pada bagian dalam badan mouse (Ball Mouse). Mouse jika dibandingkan dengan keyboard memiliki kedudukan kedua setelah keyboard. Karena selain untuk  menginputkan data huruf, keyboard juga dapat digunakan sebagai “navigator” di dalam menjalankan suatu sistem operasi khususnya yang berbasis text (Text Mode ). 
Untuk perawatan device ini diperlukan perakuan khusus tergantung dari tipe yang digunakan (Optical Mouse/Ball Mouse). Untuk Optical Mouse, perawatan yang dapat dilakukan adalah :
1) Pastikan tempat mouse (Mouse Pad) menggunakan warna yang sama atau tidak berwarna-warni. Misalnya hanya menggunakan warna biru saja. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah mouse-mouse tidak dapat dikendalikan.
2) Mouse sebaiknya diletakan pada tempat yang rata dan tidak terdapat benjolan. Hal ini dimaksudkan agar pointer mouse tidak bergerak secara acak.
3) Sedangkan untuk mouse jenis ball mouse, perawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.  
a) Bersihkan bola pada bagian dalam mouse dengan menggunakan sikat untuk menghilangkan debu yang terdapat pada bola yang dapat menyebabkan pointer sulit digerakkan.
b) Letakkan mouse pada tempat yang baik agar bola mudah bergerak pada bagian dalam mouse.
b. Keyboard
Keyboard adalah alat yang cukup penting untuk menjalankan komputer karena sebagian komputer tidak dapat dioperasikan tanpa dipasangnya keyboard pada CPU. Keyboard memiliki beberapa varian tergantung dari jumlah “key” yang terdapat pada keyboard tersebut. Misalnya 101 key atau lebih. Biasanya yang memiliki key lebih dari 101 adalah multimedia keyboard dan yang memiliki 101 key adalah keyboard standart (standard Keyboard).
Perawatan keyboard sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya sebagai berikut :
1) Lakukan pembersihan tehadap debu yang mungkin terselib dan menjadi tebal pada bagian bawah tombol keyboard yang dapat menyebabkan tombol keyboard macet dan sulit untuk ditekan. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih dan kain atau kuas untuk menghilangkan debu yang ada didalamnya.
2) Jika keyboard sedang tidak digunakan ada baiknya menutup keyboard dengan kain untuk mencegah masuknya debu atau serangga yang dapat menimbulkan kerusakan pada keyboard.
c. WebCam 
 
WebCam adalah alat yang digunakan untuk memasukan data berupa gambar diam (photo) atu gambar bergerak (video) ke dalam komputer. Pada umumnya user menggunakan alat ini untuk keperluan multimedi atau komunikasi jarak jauh (video Conference) menggunakan saluran komunikasi internet kecepatan tinggi (High Speed Internet Aces).
Untuk dapat menggunakan alat ini, diperlukan software tambahan baik bawaan Windows maupun dari pihak ketiga. Software yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan WebCam secara langsung melalui jaringan global (internet) misalnya Yahoo Mesenger, Windows Live, Pidgon, dll. Untuk dapat berkomunikasi dengan data berupa video harus menggunakan koneksi yang baik dan kuat misalnya dengan transfer rate 1 Gbps atau 10 Gbps naun 100 Mbps sudah cukup.
Untuk perawatan alat ini dapat dilakukan beberapa tips berikut :
1) Lakukan pembersihan terhadap lensa jika pada saat digunakan gambar yang tertampil terlihat agak buram. Bersihkan dengan menggunakan kain dan cairan pembersih.
2) Pastikan pada saat penggunaan kamera, kamera tidak berhadapan langsung dengan cahaya yang cukup kuat agar lensa kamera tidak cepat rusak dan hasil yang diperoleh akan lebih baik.
d. Scanner
Scanner jika diartikan ke dalam bahasa indonesia berarti pemindai. Scanner adalah alat yang digunakan untuk memesukkan data ke komputer berupa file gambar yang sebelumnya adalah dokumen yang di “Foto” untuk dijadikan file gambar yang akan ditampilkan pada komputer pengguna. Scanner sendiri terdiri atas 2 jenis yaitu Plat Bed Scanner (scanner yang umun digunakan untuk memindai dokumen pada kantor atau instansi lainnya) , Handheld Scanner (scanner yang digunakan untuk memindai Bar Code pada produk barang dan biasanya untuk mencari harga barang tersebut dengan cepat sesuai dengan daftar harga, scanner ini biasanya digunakan pada super market). Scanner berfungsi dan memiliki cara kerja yang hampir sama dengan mesin fotocopi. Namun, scanner tidak langsung mencetak dokumen seperti mesin fotocopi namun dokumen yang terpindai dapat dicetak menggunakan printer.
Perawatan scanner yang umumnya dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Besihkan bagian permukaan kaca scanner dengan lap dan cairan pembersih agar dokumen yang dicetak menghasilkan  hasil yang baik.
2) Letakan scanner pada tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari debu, kotoran dan serangga.
2. Output Device
a. Monitor
Monitor adalah periferal komputer yang digunakan untuk menampilkan data yang sedang diproses oleh sistem komputer yang selanjutnya ditampilkan kepada user.
Secara umum, monitor terdiri atas dua jenis yaitu LCD Monitor (Liquid Cristal Display) dan CRT Monitor (Catoda Ray Tube). Jenis monitor yang paling baik digunakan adalah jenis LCD karena memiliki radiasi sinar yang lebih rendah dan lebih hemat listrik dibandingkan dengan CRT.
Perawatan monitor dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Besihkan layar dengan lap dan cairan pembersih khusus agar layar monitor tetap terjaga kebersihhannya (LCD).
2) Tutup monitor apabila sedang tidak digunakan dan jauhkan monitor dari perangkat yang mengandung induksi magnetik seperti HP dan speaker (CRT).
b. Printer
Printer adalah perangkat output yang digunakan untuk mencetak data pada dokumen yang biasanya berupa kertas. Printer sekarang, bukan hanya sebagai penetak dokumen saja, namun sudah dilengkapi dengan scanner dan alat lain seperti card leader, LAN an sebagainya. Printer terdiri atas beberapa jenis yaitu Buble Jet, Laser Jet, Ink Jet, Dot Metric, Dye Sublimation. Dari sekalian jenis printer tersebut yang memiliki kecepatan cetak paling tinggi adalah Laser Jet yang menggunakan Toner sebagai “Tinta”
Perawatan printer dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Tutup printer dengan kain jika tidak digunakan
2) Bersikan dan cegah agar debu atau remah-remah makanan tidak masuk ke dalam printer dan reset printer jika sudah lama digunakan
c. Speaker
Speaker adalah periferal yang dignakan untuk mengeluarkan data berupa suara. Walaupun mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mengeluarkan data berupa suara, namun speaker memiliki kemampuan yang berbeda yang diukur dan kualitas keluaran suaranya.
Untuk menghasilkan keluaran suara yang baik, maka speaer perlu perawatan, dan perawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Jauhkan speaker dari perangkat yang memiliki gelombang radio seperti HP yang menimbulkan interferensi dan akan menghasilkan suara yang buruk.
2) Jauhkan speaker dari perangkat seperti monitor karena selain merusak monitor juga akan mempengaruhi speaker.
Dari sekian alat yang ada, masih ada banyak alat lain yang dapat dikategorikan dalam periferal komputer baik untuk input data ataupun output data misalnya untuk input data anda dapat menggunakan removable media seperti flash disk, hard drive, disket, eksternal hard drive dll. Sadangkan untuk output, dapat menggunakan LCD Proyektor, TV-Out (S-Video), Compatible Device with HDMI dll.
Untuk beberapa komponen lain yang juga terdapat didalam komputer, yang juga dapat digunakan sebagai peralatan input dan output data misalnya seperti LAN Card (NIC Network Interface Card), Modem (modulator dan Demodulator), TV Card dll. Sebgian besar yang keberadaannya tidak harus ada pada saat pengoperasian komputer.


Wednesday, April 24, 2019

PENGGUNAAN EYD DAN DIKSI

Penggunaan EYD dan Diksi

Pengertian EYD
Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis.
1. Pemakaian Huruf 
Ejaan bahasa Indoneisia Yang Disempurnakan (EYD) dikenal paling banyak menggunakan huruf abjad. Sampai saat ini jumlah huruf abjad yang digunakan sebanyak 26 buah. 
a.          Huruf Abjad
b.         Huruf Vokal
c.          Huruf Konsonan
d.         Huruf Diftong
e.          Gabungan Huruf Konsonan
2. Penulisan Huruf
    A. Penulisan huruf Besar (Kapital)
Penggunaan EYD dalam huruf dan kata yang pertama ialah sebagai aturan dalam menulis huruf kapital. Dibawah ini terdapat beberapa jenis aturan yang benar dalam penulisan huruf kapital:

  • Penulisan Jabatan Tidak Disertai Nama Orang

Penggunaan EYD tersebut berpedoman kepada 5 butir aturan yaitu huruf kapital digunakan dalam menulis huruf pertama nama jabatan, nama instansi, nama tempat maupun pangkat yang disertai dengan nama seseorang. Misalnya : Gubernur Jawa Tengah, Wakil Presiden Muhammad Hatta, Panglima Jenderal Joko Setiono, dan sebagainya.
  • Penulisan Nama Bangsa

Penggunaan EYD juga digunakan dalam menulis nama bangsa. Huruf kapital digunakan untuk menulis huruf pertama dalam bahasa, nama bangsa maupun suku bangsa. Misalnya : bahasa Jawa, suku Bugis, bangsa Jepang dan sebagainya.

  • Penulisan Nama Geografi Yang Termasuk Nama Jenis

Selanjutnya terdapat aturan penggunaan EYD yang baik dan benar dalam menulis nama geografi. Namun menurut pedoman dalam penulisan EYD, nama geografi tidak ditulis menggunakan huruf kapital jika tidak tergolong nama jenis. Misalnya : menyebrang ke pantai, makan di dapur, kacang bali, pisang raja, salak bandung dan sebagainya.

  • Penulisan Unsur Bentuk Ulang Sempurna

Penggunaan EYD selanjutnya berfungsi untuk menulis nama unsur bentuk ulang yang sempurna. Huruf kapital ini digunakan untuk menulis huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam dokumen resmi, nama lembaga ketatanegaraan dan nama lembaga pemerintah. Misalnya : Undang Undang Dasar, Pancasila, Perserikatan Bangsa Bangsa, Yayasan Ahli Gigi Jawa Tengah, dan sebagainya.
    B. Penulisan Huruf Miring

Penggunaan EYD dalam huruf dan kata selanjutnya berguna untuk menulis huruf miring. Berikut beberapa aturan yang berguna untuk menulis kata atau huruf miring:


  • Penulisan Nama Buku

Dalam pedoman penggunaan EYD terdapat aturan penulisan nama buku. Huruf miring digunakan menulis nama buku, majalah, cetakan, maupun nama koran yang kalimatnya dikutip. Misalnya : Koran Solo Pos, Majalah Solo Fashion, Buku Jurnal Indonesia, dan sebagainya.

  • Penulisan Bahasa Asing serta Penegasan Kata

Berdasarkan pedoman penggunaan EYD yang benar terdapat pernyataan bahwa huruf miring berfungsi untuk menulis penegasan huruf, kata, kelompok kata maupun bagian kata. Misalnya : goal relanshionsip, area modelling, dan sebagainya.

  • Penulisan Kata Ilmiah

Penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan kata ilmiah. Huruf miring ini digunakan untuk menulis nama ungkapan ilmiah dan nama unsur ilmiah namun tidak berlaku untuk nama ilmiah yang telah mengalami penyesuaian ejaan. Misalnya : rhizopoda, lactobacilus, dan sebagainya.

    C. Penulisan Kata Turunan

Penggunaan EYD dalam huruf dan kata yang terakhir ialah dalam penulisan kata turunan. Dalam penulisan kata turunan dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu dalam penulisan gabungan kata awalan akhiran dan gabungan kata kombinasi. Berikut penjelasannya:
  • Gabungan Kata Awalan Akhiran
Dalam penggunaan EYD ini menggunakan kata gabungan yang terdapat diawal dan diakhir. Dalam penulisan ini kata turunan mendapatkan imbuhan diawal atau diakhir kemudian dirangkai menjadi satu. Misalnya : garis bawahi, sebar luaskan, bertepuk tangan, dan sebagainya.
  • Gabungan Kata Kombinasi
Selanjutnya terdapat penulisan kata turunan dalam gabungan kata kombinasi. Penggunaan EYD ini terdapat dalam gabungan kata yang kombinasi saja kemudian ditulis serangkai. Misalnya : antarnegara, antarmurid, audiovisual, dwiwarna, antinarkoba, dan sebagainya.

    D. Penulisan Gabungan Kata


Dalam penulisan gabungan kata, penggunaa EYD yang baik dan benar sangat diperlukan. Hal tersebut dikarenakan kata dapat digabung secara khusus maupun serangkai. Berikut penggunaan EYD dalam gabungan kata:
  • Penulisan Gabungan Kata Istilah Khusus
Penggunaan EYD dalam gabungan kata istilah khusus dapat mengakibatkan kesalahan pengertian maka dapat ditulis menggunakan kata hubung agar dapat dipertegas tali dalam unsur yang berkaitan. Misalnya : bapak-ibu saya, alat pandang-dengar, mesin-jahit portable, buku ekonomi-baru, dan sebagainya.
  • Penulisan Gabungan Kata Serangkai
Penggunaan EYD juga digunakan dalam penulisan gabungan kata serangkai. Dalam kata yang digabung harus ditulis serangkai menurut pedoman EYD yang berlaku. Misalnya : darmawisata, daripada, radioaktif, paribahasa, padahal, adakalanya, acapkali, kacamata, dukacita, manakala, belasungkawa, matahari, saptamarga dan sebagainya. 

3. Pemakaian Tanda Baca

Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan:
  • Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
  • Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
  • Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
  • Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
  • Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
  • Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
  • Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
  • Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
  • Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  • Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
  • Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
  • Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
  • Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
  • Akhir singkatan nama orang.
  • Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum. Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
  • Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
  • Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya.
  • Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
  • Tidak dipakai pada akhir judulyang merupakan kepala karangan atau ilustrasi dan tabel.

Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada :
  • Akhir kalimat tanya.
  • Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Tanda Seru ( ! )
Tanda seru digunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, rasa emosi yang kuat dan ketidakpercayaan.
Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai untuk :
  • Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
  • Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
  • Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
  • Di antara bab dan ayat dalam kitab suci
  • Di antara jilid atau nomor dan halaman
  • Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

Tanda Titik Koma ( ; )
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. dan digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring ( / ) dipakai untuk :
  • Dalam penomoran kode surat.
  • Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.
Tanda Petik ( "…" )
Tanda petik dipakai untuk :
  • Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
  • Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum
  • Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.

Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ‘ )
Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Misalnya:
  • 1 Januari ’88. (’88 = 1988)
  • Ali ‘kan kusurati. (‘kan = akan)
  • Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)
Tanda Petik Tunggal ( ‘...’ )
Tanda petik tunggal dipakai untuk:
  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
  • mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.


Pengertian Diksi

Diksi merupakan sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Atau dengan kata lain, diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya. Tidak hanya diartikan sebagai pilihan kata, diksi juga diartikan sebagai suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah gagasan ataupun mengungkapkan suatu cerita meliputi persoalan seperti gaya bahasa, ungkapan gagasan dan lain sebagainya. Dengan diksi maka setiap kata dapat dibaca dan dipahami pembaca maupun pendengar.

Fungsi Diksi
Diksi dalam pembuatan karya sastra memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
  • Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
  • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
  • Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap).
  • Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.
Macam – macam Diksi
  1. Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki persamaan makna. Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan untuk membuat apa yang dikatakan / dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Contohnya : mati (ekspresi pengungkapan yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan yang lebih halus)
  1. Antonim
Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan atau pun berbeda. Contoh kata antonim adalah besar dan kecil.
  1. Polisemi
Poisemi merupakan frasa kata yang memiliki banyak makna. Contohnya kata kepala yang dapat bermakna bagian tubuh yang terletak di atas leher, atau dapat juga bermakna bagian yang terletak di sebelah atas atau pun depan.
  1. Homograf
Homograf merupakan kata – kata yang memiliki tulisan sama akan tetapi memiliki arti dan bunyi yang berbeda.
  1. Homofon
Homofon merupakan kata – kata yang memiliki bunyi yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.
  1. Homonim
Homonim merupakan kata – kata yang memiliki ejaan yang sama namun makna dan bnyinya berbeda. Contoh Asep (nama orang) dan asep (asap).
  1. Hiponim
Hiponim merupakan kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya. Contohnya kata Salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.
  1. Hipernim
Hipernim merupakan kata yang telah mencakup makna kata lain. Contohnya ada pada kata sempurna yang telah mencakup kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya.

Syarat-Syarat Diksi
Untuk menghasilkan cerita yang menarik dengan pilihan kata, maka diksi yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut ini diantaranya:
  • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan sebuah gagasan
  • Pengarang harus memiliki kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembaca
  • Menguasai berbagai kosakata dan mampu memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti
Ciri-Ciri Diksi
Adapun ciri-ciri diksi yaitu:
  • Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan
  • Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.

Fungsi Diksi
Adapun fungsi diksi, diantaranya yaitu:
Dengan diksi maka suatu kata akan lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan pemilihan kata (diksi) tersebut bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penulis dengan pembaca. Selain itu, bertujuan untuk memperindah kalimat, pengarang ata penulis bisa membuat cerita menjadi lebih runtut. Berikut beberapa fungsi diksi yang lainnya yaitu:
  • Membuat pembaca memahami apa yang disampaikan penulis atau pengarang
  • Membuat komunikasi lebih efektif dan juga lebih efisien
  • Menggambarkan ekspresi yang ada pada gagasan
  • Membentuk gagasasan yang tepat.


Sumber:
http://www.markijar.com/2017/05/pedoman-ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-diksi-fungsi-diksi-dan-macam-macam-diksi/
https://www.pelajaran.id/2017/10/pengertian-diksi-syarat-ciri-fungsi-manfaat-jenis-dan-contoh-diksi.html
https://welcome-to-our.blogspot.com/2014/06/materi-diksi-dan-gaya-bahasa.html