Bagus Dentara
Welcome to my blogger.
Saturday, July 18, 2020
Thursday, November 14, 2019
JAVA CLASS
Class Induk Dan Class Anak Pada Java
1. Script Class Induk
class induk{
private String var1;
public int var2;
induk (){
}
public void cetakData(){
}
}
class Anak extends induk{
private String dataAnak;
Anak(){
}
public void cetak(){
cetakData();
}
}
2. Script Class Pewaris
package induk;
public class Pewaris{
public static void main(String args[]) {
Anak anak = new Anak();
anak.cetak();
System.out.println("Demo Pewaris");
System.out.println("isi var 2="+anak.var2);
}
}
Maka outputnya akan seperti gambar dibawah ini.
Jika output diubah menjadi seperti ini:
Demo Pewaris
Isi var2 = 5
Isi var1 = HelloWorld
Isi dataAnak = Joko
Isi dataAnak = Siti
Apakah bisa menggunakan output seperti diatas?
Tidak bisa, sebab jika menggunakan output seperti diatas maka akan terjadi error. Karena pada dataAnak bersifat private bukan public.
Public adalah kode akses yang bersifat umum. dengan kata lain, data
maupun method dalam suatu kodingan tersebut dapat diakses oleh semua
bagian di dalam program.
Private adalah kode yang sesuai dengan namanya, akses ini bersifat
private. dengan kata lain data maupun method hanya dapat diakses oleh
kelas yang dimilikinya saja.
Dapat kita ambil contoh jika kita buat file/program baru yang sama dengan Demo Pewaris dan kita ubah menjadi Demo Lari maka hasil outputnya akan seperti gambar dibawah ini.

Friday, July 5, 2019
MINDMAP Sistem Input dan Output Komputer
Mindmap Sistem Input dan Output Komputer
Pengertian
Sistem Input Dan Output Komputer I/O
Sistem Input
Dan Output Komputer atau sering juga disingkat dengan I/O adalah suatu mekanisme
pengiriman data secara bertahap dan terus menerus melalui suatu aliran data
dari proses ke peranti (begitu pula sebaliknya). Fungsi I/O pada dasarnya
adalah mengimplementasikan algoritma I/O pada level aplikasi. Hal ini
dikarenakan kode apliksi sangat fleksibel, dan bugs aplikasi tidak mudah
menyebabkan sebuah sistem crash.
Agar pembahasan kita tidak melebar keman-mana,mari kita langsung saja
ketopik utama pembahasan kita tentang Sistem Input
Dan Output Komputer, Silahkan disimak berikut adalah penjabarannya
Teknik Pengoperasian Perangkat I/O
a. Perangkat I/O terprogram (programmed I/O)
Merupakan perangkat I/O komputer yang dikontrol oleh program. Contohnya,
perintah mesin in, out, move. Perangkat I/O terprogram tidak sesuai, untuk
pengalihan data dengan kecepatan tinggi karena dua alasan yaitu:
- Memerlukan overhead (ongkos) yang tinggi, karena beberapa perintah program harus dieksekusi untuk setiap kata data yang dialihkan antara peralatan eksternal dengan memori utama.
- Banyak peralatan periferal kecepatan tinggi memiliki mode operasi sinkron, yaitu pengalihan data dikontrol oleh clock frekuensi tetap, tidak tergantung CPU.
b. Perangkat
berkendalikan interupsi (Interrupt I/O)
Interupsi
lebih dari sebuah mekanisme sederhana untuk mengkoordinasi pengalihan I/O.
Konsep interupsi berguna di dalam sistem operasi dan pada banyak aplikasi
kontrol di mana pemrosesan rutin tertentu harus diatur dengan seksama, relatif
peristiwa-peristiwa eksternal.
c. DMA
(Direct Memory Address)
Merupakan suatu pendekatan alternatif yang digunakan sebagai unit
pengaturan khusus yang disediakan untuk memungkinkan pengalihan blok data
secara langsung antara peralatan eksternal dan memori utama tanpa intervensi
terus menerus oleh CPU.
Evolusi telah terjadi pada sistem komputer. Evolusi antara lain terjadi
peningkatan kompleksitas dan kecanggihan komponen-komponen sistem komputer.
Evolusi sangat tampak pada fungsi-fungsi I/O, yaitu sebagai berikut:
- pemroses secara langsung mengendalikan peralatan I/O. Teknik ini masih dilakukan sampai saat ini, yaitu untuk peralatan sederhana yang dikendalikan mikroprosesor untuk menjadi intelligent device.
- Peralatan dilengkapi pengendali I/O (I/O controller). Pemroses masih menggunakan I/O terprogram tanpa interupsi. Pada tahap ini, pemroses tak perlu memperhatikan rincian-rincian spesifik interface peralatan.
- Tahap ini sama dengan tahap 2 ditambah fasilitas interupsi. Pemroses tidak perlu menghabiskan waktu untuk menunggu selesainya operasi I/O. Teknik ini meningkatkan efisiensi pemroses.
- Pengendali I/O diberi kendali memori langsung lewat DMA. Pengendali dapat memindahkan blok data ke atau dari memori tanpa melibatkan pemroses kecuali di awal dan akhir transfer.
- Pengendali I/O ditingkatkan menjadi pemroses yang terpisah dengan instruksi-instruksi khusus yang ditujukan untuk operasi I/O. Pemroses pusat mengendalikan/memerintahkan pemroses I/O untuk mengeksekusi program I/O yang terdapat di memori utama.
- Pemroses I/O mengambil dan mengeksekusi instruksi-instruksi ini tanpa intervensi pemroses utama (pusat). Dengan teknik ini dimungkinkan pemroses pusat menspesifikasikan barisan aktivitas I/O dan hanya diinterupsi ketika seluruh barisan telah diselesaikan.
- Pengendali I/O mempunyai memori lokal yang menjadi miliknya dan komputer juga memiliki memori sendiri. Dengan arsitektur ini, sekumpulan besar peralatan I/O dapat dikendalikan dengan keterlibatan pemroses pusat yang minimum.
Arsitektur ini digunakan untuk pengendalian komunikasi dengan
terminalterminal interaksi. Pemroses I/O mengambil alih kebanyakan tugas yang
melibatkan pengendalian terminal. Evolusi berlangsung terus, jalur yang dilalui
oleh evolusi adalah agar fungsi-fungsi I/O dapat dilakukan lebih banyak dan
lebih banyak lagi tanpa keterlibatan pemroses pusat. Pemroses pusat yang tidak
disibukkan dengan tugas-tugas yang berhubungan dengan I/O akan meningkatkan
kinerja sistem. Tahap 5 & 6 merupakan tahap perubahan utama, yaitu konsep
pengendali I/O mampu mengeksekusi program sendiri.
Prinsip-Prinsip Perangkat I/O
Terdapat dua sasaran perancangan perangkat I/O, yaitu:
a. Efisiensi
Merupakan
aspek penting karena operasi I/O karena sering menjadi operasi yang menimbulkan
bottleneck pada sistem komputer/komputasi.
b.
Generalitas (Device-independence)
Selain berkaitan dengan simplisitas dan bebas dari kesalahan diharapkan
juga menangani semua gerak peralatan secara beragam. Pernyataan ini diterapkan
dari cara proses-proses memandang peralatan I/O dan cara sistem operasi
mengelola peralatan-peralatan dan operasi-operasi I/O.
Perangkat lunak diorganisasikan sebagai satu barisan lapisan.
Lapisan-lapisan lebih bawah berurusan menyembunyikan kepelikan-kepelikan
perangkatkeras. Untuk untuk lapisan-lapisan lebih atas berurusan memberikan
interface yang bagus, bersih, nyaman dan seragam ke pemakai.
Masalah-masalah penting yang terdapat dan harus diselesaikan pada
perancangan manajemen I/O adalah:
- Penamaan yang seragam (uniform naming) Nama berkas atau peralatan adalah string atau integer, tidak tergantung pada peralatan sama sekali.
- Penanganan kesalahan (error handling) Umumnya penanganan kesalahan ditangani sedekat mungkin dengan perangkat keras.
- Transfer sinkron vs asinkron, Kebanyakan fisik I/O adalah asinkron. Pemroses mulai transfer dan mengabaikannya untuk melakukan kerja lain sampai interupsi tiba. Programprogram pemakai sangat lebih mudah ditulis jika operasi-operasi I/O berorientasi blok. Setelah perintah read, program kemudian secara otomatis ditunda sampai data tersedia di buffer.
- Shareable vs dedicated Beberapa peralatan dapat dipakai bersama seperti disk, tapi ada juga peralatan yang harus hanya satu pemakai yang dibolehkan memakainya pada satu saat. Contohnya peralata yang harus dedicated misalnya printer.
Mungkin sekiranya cukup ini pembahasan tentang Sistem Iput
Dan Output Komputer. Saya selaku penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan dalam
penyampaian dan penyajian tuisan diatas, oleh karena itu penulis sangat-sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar
dikedepannya penulis bisa memperbaiki kesalahann tersebut, dengan cara
meninggalkan pesan dikolom komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan
lewatkan juga artikel terkait komputer tentang Pengertian
Hardware, Software dan Brainware Komputer. Sekian dari saya semoga artikel diatas dapat
menambah wawasn kita tentang komputer.
Perangkat Peripheral
Periferal komputer adalah berbagai komponen yang
terhubung ke CPU (Central Processing Unit) yang berfungsi sebagai perangkat I/O
data ke dalam dan keluar CPU, yang selanjutnya diproses oleh sistem komputer
untuk mengolah data input yang diinput oleh periferal input seperti mouse,
keyboard, scanner, recording device, webcame. Data input ini dapat berupa data
dokumen, suara, gambar, gerakan dan video. Selanjutnya data yang telah di
masukkan kedalam komputer akan diolah ileh peralatan. Proses untuk menghasilkan
data output yang akan ditampilkan dalam bentuk nyata atau tidak oleh periferal
output misalnya berupa dokumen, suara, gambar, dan video yang dihasilkan oleh periferal
seperti monitor, printer, plotter, speaker, dan headset.
Periferal tersebut termasuk dalam kategori hardware
yang merupakan bagian dari tiga komponen utama komputer yaitu :
1.
Hardware : adalah perangkat keras yang dapat berupa benda/komponen fisik yang
secara nyata dapt disentuh dan dilihat.
2.
Software : adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menjalankan hardware
berdasarkan perintah yang diinputkan oleh brainware melalui software sehingga
hardware dapat digunakan dan difungsikan.
3.
Brainware : adalah perangkat akal yang memanajemen atau berfungsi untuk
memasukkan perintah agar software dan hardware dapat beroperasi sesuai dengan
fungsinya.
Berdasarkan kegunaannya, periferal komputer terdiri
atas 2 tipe yaitu :
1.
Periferal utama (Main Periferal) : yaitu tipe periferal yang keberadaannya
harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya mouse, keyboard , dan
monitor.
2.
Periferal pendukung (Out Sillary Periferals) : yaitu periferal pendukung yang
keberadaannya tidak harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya printer,
speaker, webcame, dan scanner.
Sesuai dengan penjelasan diatas, maka periferal yang
termasuk kedalam hardware memiliki fungsi tertentu untuk dapat memasukkan atau
mengeluarkan data ke/dari komputer.
1. Input Device
a. Mouse
Mouse adalah perangkat input yang dapat memasukkan
data berupa gerakan objek yang sebelumnya telah dipindai oleh optikal yang ada
pada mouse (Optical Mouse) tersebut, atauberupa gerakan bola yang berguling
pada bagian dalam badan mouse (Ball Mouse). Mouse jika dibandingkan dengan
keyboard memiliki kedudukan kedua setelah keyboard. Karena selain untuk menginputkan data huruf, keyboard juga dapat
digunakan sebagai “navigator” di dalam menjalankan suatu sistem operasi
khususnya yang berbasis text (Text Mode ).
Untuk perawatan device ini diperlukan perakuan khusus
tergantung dari tipe yang digunakan (Optical Mouse/Ball Mouse). Untuk Optical
Mouse, perawatan yang dapat dilakukan adalah :
1)
Pastikan tempat mouse (Mouse Pad) menggunakan warna yang sama atau tidak
berwarna-warni. Misalnya hanya menggunakan warna biru saja. Hal ini dimaksudkan
untuk mencegah mouse-mouse tidak dapat dikendalikan.
2)
Mouse sebaiknya diletakan pada tempat yang rata dan tidak terdapat benjolan.
Hal ini dimaksudkan agar pointer mouse tidak bergerak secara acak.
3)
Sedangkan untuk mouse jenis ball mouse, perawatan yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut.
a) Bersihkan bola pada bagian dalam mouse dengan
menggunakan sikat untuk menghilangkan debu yang terdapat pada bola yang dapat
menyebabkan pointer sulit digerakkan.
b) Letakkan mouse pada tempat yang
baik agar bola mudah bergerak pada bagian dalam mouse.
b. Keyboard
Keyboard adalah alat yang cukup penting untuk
menjalankan komputer karena sebagian komputer tidak dapat dioperasikan tanpa
dipasangnya keyboard pada CPU. Keyboard memiliki beberapa varian tergantung
dari jumlah “key” yang terdapat pada keyboard tersebut. Misalnya 101 key atau
lebih. Biasanya yang memiliki key lebih dari 101 adalah multimedia keyboard dan
yang memiliki 101 key adalah keyboard standart (standard Keyboard).
Perawatan keyboard sendiri dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Diantaranya sebagai berikut :
1)
Lakukan pembersihan tehadap debu yang mungkin terselib dan menjadi tebal pada bagian
bawah tombol keyboard yang dapat menyebabkan tombol keyboard macet dan sulit
untuk ditekan. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan menggunakan cairan
pembersih dan kain atau kuas untuk menghilangkan debu yang ada didalamnya.
2) Jika keyboard sedang tidak digunakan ada baiknya
menutup keyboard dengan kain untuk mencegah masuknya debu atau serangga yang
dapat menimbulkan kerusakan pada keyboard.
c. WebCam
WebCam adalah alat yang digunakan untuk memasukan data
berupa gambar diam (photo) atu gambar bergerak (video) ke dalam komputer. Pada
umumnya user menggunakan alat ini untuk keperluan multimedi atau komunikasi
jarak jauh (video Conference) menggunakan saluran komunikasi internet kecepatan
tinggi (High Speed Internet Aces).
Untuk dapat menggunakan alat ini, diperlukan software
tambahan baik bawaan Windows maupun dari pihak ketiga. Software yang dapat
digunakan untuk berkomunikasi dengan WebCam secara langsung melalui jaringan
global (internet) misalnya Yahoo Mesenger, Windows Live, Pidgon, dll. Untuk
dapat berkomunikasi dengan data berupa video harus menggunakan koneksi yang
baik dan kuat misalnya dengan transfer rate 1 Gbps atau 10 Gbps naun 100 Mbps
sudah cukup.
Untuk perawatan alat ini dapat dilakukan beberapa tips
berikut :
1)
Lakukan pembersihan terhadap lensa jika pada saat digunakan gambar yang
tertampil terlihat agak buram. Bersihkan dengan menggunakan kain dan cairan
pembersih.
2) Pastikan pada saat penggunaan kamera, kamera tidak
berhadapan langsung dengan cahaya yang cukup kuat agar lensa kamera tidak cepat
rusak dan hasil yang diperoleh akan lebih baik.
d. Scanner
Scanner jika diartikan ke dalam bahasa indonesia
berarti pemindai. Scanner adalah alat yang digunakan untuk memesukkan data ke
komputer berupa file gambar yang sebelumnya adalah dokumen yang di “Foto” untuk
dijadikan file gambar yang akan ditampilkan pada komputer pengguna. Scanner
sendiri terdiri atas 2 jenis yaitu Plat Bed Scanner (scanner yang umun
digunakan untuk memindai dokumen pada kantor atau instansi lainnya) , Handheld
Scanner (scanner yang digunakan untuk memindai Bar Code pada produk barang dan
biasanya untuk mencari harga barang tersebut dengan cepat sesuai dengan daftar
harga, scanner ini biasanya digunakan pada super market). Scanner berfungsi dan
memiliki cara kerja yang hampir sama dengan mesin fotocopi. Namun, scanner
tidak langsung mencetak dokumen seperti mesin fotocopi namun dokumen yang
terpindai dapat dicetak menggunakan printer.
Perawatan scanner yang umumnya dilakukan adalah
sebagai berikut :
1)
Besihkan bagian permukaan kaca scanner dengan lap dan cairan pembersih agar
dokumen yang dicetak menghasilkan hasil
yang baik.
2) Letakan scanner pada tempat yang sejuk dan kering
serta terhindar dari debu, kotoran dan serangga.
2. Output Device
a. Monitor
Monitor adalah periferal komputer yang digunakan untuk
menampilkan data yang sedang diproses oleh sistem komputer yang selanjutnya
ditampilkan kepada user.
Secara umum, monitor terdiri atas dua jenis yaitu LCD
Monitor (Liquid Cristal Display) dan CRT Monitor (Catoda Ray Tube). Jenis
monitor yang paling baik digunakan adalah jenis LCD karena memiliki radiasi
sinar yang lebih rendah dan lebih hemat listrik dibandingkan dengan CRT.
Perawatan monitor dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
1) Besihkan
layar dengan lap dan cairan pembersih khusus agar layar monitor tetap terjaga
kebersihhannya (LCD).
2) Tutup monitor apabila sedang tidak digunakan dan
jauhkan monitor dari perangkat yang mengandung induksi magnetik seperti HP dan
speaker (CRT).
b. Printer
Printer adalah perangkat output yang digunakan untuk
mencetak data pada dokumen yang biasanya berupa kertas. Printer sekarang, bukan
hanya sebagai penetak dokumen saja, namun sudah dilengkapi dengan scanner dan
alat lain seperti card leader, LAN an sebagainya. Printer terdiri atas beberapa
jenis yaitu Buble Jet, Laser Jet, Ink Jet, Dot Metric, Dye Sublimation. Dari
sekalian jenis printer tersebut yang memiliki kecepatan cetak paling tinggi
adalah Laser Jet yang menggunakan Toner sebagai “Tinta”
Perawatan printer dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
1)
Tutup printer dengan kain jika tidak digunakan
2) Bersikan dan cegah agar debu atau remah-remah
makanan tidak masuk ke dalam printer dan reset printer jika sudah lama
digunakan
c. Speaker
Speaker adalah periferal yang dignakan untuk
mengeluarkan data berupa suara. Walaupun mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk
mengeluarkan data berupa suara, namun speaker memiliki kemampuan yang berbeda
yang diukur dan kualitas keluaran suaranya.
Untuk menghasilkan keluaran suara yang baik, maka
speaer perlu perawatan, dan perawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai
berikut :
1)
Jauhkan speaker dari perangkat yang memiliki gelombang radio seperti HP yang
menimbulkan interferensi dan akan menghasilkan suara yang buruk.
2) Jauhkan speaker dari perangkat seperti monitor
karena selain merusak monitor juga akan mempengaruhi speaker.
Dari sekian alat yang ada, masih ada banyak alat lain
yang dapat dikategorikan dalam periferal komputer baik untuk input data ataupun
output data misalnya untuk input data anda dapat menggunakan removable media
seperti flash disk, hard drive, disket, eksternal hard drive dll. Sadangkan
untuk output, dapat menggunakan LCD Proyektor, TV-Out (S-Video), Compatible
Device with HDMI dll.
Untuk beberapa komponen lain yang juga terdapat
didalam komputer, yang juga dapat digunakan sebagai peralatan input dan output
data misalnya seperti LAN Card (NIC Network Interface Card), Modem (modulator
dan Demodulator), TV Card dll. Sebgian besar yang keberadaannya tidak harus ada
pada saat pengoperasian komputer.Wednesday, April 24, 2019
PENGGUNAAN EYD DAN DIKSI
Penggunaan EYD dan Diksi
Penggunaan EYD juga digunakan dalam menulis nama bangsa. Huruf kapital digunakan untuk menulis huruf pertama dalam bahasa, nama bangsa maupun suku bangsa. Misalnya : bahasa Jawa, suku Bugis, bangsa Jepang dan sebagainya.
Selanjutnya terdapat aturan penggunaan EYD yang baik dan benar dalam menulis nama geografi. Namun menurut pedoman dalam penulisan EYD, nama geografi tidak ditulis menggunakan huruf kapital jika tidak tergolong nama jenis. Misalnya : menyebrang ke pantai, makan di dapur, kacang bali, pisang raja, salak bandung dan sebagainya.
Penggunaan EYD selanjutnya berfungsi untuk menulis nama unsur bentuk ulang yang sempurna. Huruf kapital ini digunakan untuk menulis huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam dokumen resmi, nama lembaga ketatanegaraan dan nama lembaga pemerintah. Misalnya : Undang Undang Dasar, Pancasila, Perserikatan Bangsa Bangsa, Yayasan Ahli Gigi Jawa Tengah, dan sebagainya.
C. Penulisan Kata Turunan
D. Penulisan Gabungan Kata
Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda petik tunggal dipakai untuk:
Pengertian Diksi
Diksi merupakan sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Atau dengan kata lain, diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya. Tidak hanya diartikan sebagai pilihan kata, diksi juga diartikan sebagai suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah gagasan ataupun mengungkapkan suatu cerita meliputi persoalan seperti gaya bahasa, ungkapan gagasan dan lain sebagainya. Dengan diksi maka setiap kata dapat dibaca dan dipahami pembaca maupun pendengar.
Adapun ciri-ciri diksi yaitu:
Pengertian EYD
Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972.
Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan
huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Ejaan mengatur keseluruhan cara
menuliskan bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai
bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa
tulis.
Ejaan bahasa Indoneisia Yang Disempurnakan (EYD) dikenal paling banyak
menggunakan huruf abjad. Sampai saat ini jumlah huruf abjad yang digunakan
sebanyak 26 buah.
a.
Huruf Abjad
b.
Huruf Vokal
c.
Huruf Konsonan
d.
Huruf Diftong
e.
Gabungan Huruf Konsonan
2. Penulisan Huruf
A. Penulisan huruf Besar (Kapital)
Penggunaan EYD dalam huruf dan kata yang pertama ialah sebagai aturan
dalam menulis huruf kapital. Dibawah ini terdapat beberapa jenis aturan
yang benar dalam penulisan huruf kapital:
Penggunaan EYD tersebut berpedoman kepada 5 butir aturan yaitu huruf kapital digunakan dalam menulis huruf pertama nama jabatan, nama instansi, nama tempat maupun pangkat yang disertai dengan nama seseorang. Misalnya : Gubernur Jawa Tengah, Wakil Presiden Muhammad Hatta, Panglima Jenderal Joko Setiono, dan sebagainya.
- Penulisan Jabatan Tidak Disertai Nama Orang
Penggunaan EYD tersebut berpedoman kepada 5 butir aturan yaitu huruf kapital digunakan dalam menulis huruf pertama nama jabatan, nama instansi, nama tempat maupun pangkat yang disertai dengan nama seseorang. Misalnya : Gubernur Jawa Tengah, Wakil Presiden Muhammad Hatta, Panglima Jenderal Joko Setiono, dan sebagainya.
- Penulisan Nama Bangsa
Penggunaan EYD juga digunakan dalam menulis nama bangsa. Huruf kapital digunakan untuk menulis huruf pertama dalam bahasa, nama bangsa maupun suku bangsa. Misalnya : bahasa Jawa, suku Bugis, bangsa Jepang dan sebagainya.
- Penulisan Nama Geografi Yang Termasuk Nama Jenis
Selanjutnya terdapat aturan penggunaan EYD yang baik dan benar dalam menulis nama geografi. Namun menurut pedoman dalam penulisan EYD, nama geografi tidak ditulis menggunakan huruf kapital jika tidak tergolong nama jenis. Misalnya : menyebrang ke pantai, makan di dapur, kacang bali, pisang raja, salak bandung dan sebagainya.
- Penulisan Unsur Bentuk Ulang Sempurna
Penggunaan EYD selanjutnya berfungsi untuk menulis nama unsur bentuk ulang yang sempurna. Huruf kapital ini digunakan untuk menulis huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam dokumen resmi, nama lembaga ketatanegaraan dan nama lembaga pemerintah. Misalnya : Undang Undang Dasar, Pancasila, Perserikatan Bangsa Bangsa, Yayasan Ahli Gigi Jawa Tengah, dan sebagainya.
B. Penulisan Huruf Miring
Penggunaan EYD dalam huruf dan kata selanjutnya berguna untuk menulis huruf miring. Berikut beberapa aturan yang berguna untuk menulis kata atau huruf miring:
Dalam pedoman penggunaan EYD terdapat aturan penulisan nama buku. Huruf miring digunakan menulis nama buku, majalah, cetakan, maupun nama koran yang kalimatnya dikutip. Misalnya : Koran Solo Pos, Majalah Solo Fashion, Buku Jurnal Indonesia, dan sebagainya.
Berdasarkan pedoman penggunaan EYD yang benar terdapat pernyataan bahwa huruf miring berfungsi untuk menulis penegasan huruf, kata, kelompok kata maupun bagian kata. Misalnya : goal relanshionsip, area modelling, dan sebagainya.
Penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan kata ilmiah. Huruf miring ini digunakan untuk menulis nama ungkapan ilmiah dan nama unsur ilmiah namun tidak berlaku untuk nama ilmiah yang telah mengalami penyesuaian ejaan. Misalnya : rhizopoda, lactobacilus, dan sebagainya.
Penggunaan EYD dalam huruf dan kata selanjutnya berguna untuk menulis huruf miring. Berikut beberapa aturan yang berguna untuk menulis kata atau huruf miring:
- Penulisan Nama Buku
Dalam pedoman penggunaan EYD terdapat aturan penulisan nama buku. Huruf miring digunakan menulis nama buku, majalah, cetakan, maupun nama koran yang kalimatnya dikutip. Misalnya : Koran Solo Pos, Majalah Solo Fashion, Buku Jurnal Indonesia, dan sebagainya.
- Penulisan Bahasa Asing serta Penegasan Kata
Berdasarkan pedoman penggunaan EYD yang benar terdapat pernyataan bahwa huruf miring berfungsi untuk menulis penegasan huruf, kata, kelompok kata maupun bagian kata. Misalnya : goal relanshionsip, area modelling, dan sebagainya.
- Penulisan Kata Ilmiah
Penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan kata ilmiah. Huruf miring ini digunakan untuk menulis nama ungkapan ilmiah dan nama unsur ilmiah namun tidak berlaku untuk nama ilmiah yang telah mengalami penyesuaian ejaan. Misalnya : rhizopoda, lactobacilus, dan sebagainya.
C. Penulisan Kata Turunan
Penggunaan EYD dalam huruf dan kata yang terakhir ialah dalam penulisan
kata turunan. Dalam penulisan kata turunan dapat dibagi lagi menjadi dua
yaitu dalam penulisan gabungan kata awalan akhiran dan gabungan kata
kombinasi. Berikut penjelasannya:
- Gabungan Kata Awalan Akhiran
Dalam penggunaan EYD ini menggunakan kata gabungan yang terdapat diawal
dan diakhir. Dalam penulisan ini kata turunan mendapatkan imbuhan diawal
atau diakhir kemudian dirangkai menjadi satu. Misalnya : garis bawahi,
sebar luaskan, bertepuk tangan, dan sebagainya.
- Gabungan Kata Kombinasi
Selanjutnya terdapat penulisan kata turunan dalam gabungan kata
kombinasi. Penggunaan EYD ini terdapat dalam gabungan kata yang
kombinasi saja kemudian ditulis serangkai. Misalnya : antarnegara,
antarmurid, audiovisual, dwiwarna, antinarkoba, dan sebagainya.
Dalam penulisan gabungan kata, penggunaa EYD yang baik dan benar sangat
diperlukan. Hal tersebut dikarenakan kata dapat digabung secara khusus
maupun serangkai. Berikut penggunaan EYD dalam gabungan kata:
- Penulisan Gabungan Kata Istilah Khusus
Penggunaan EYD dalam gabungan kata istilah khusus dapat mengakibatkan
kesalahan pengertian maka dapat ditulis menggunakan kata hubung agar
dapat dipertegas tali dalam unsur yang berkaitan. Misalnya : bapak-ibu
saya, alat pandang-dengar, mesin-jahit portable, buku ekonomi-baru, dan
sebagainya.
- Penulisan Gabungan Kata Serangkai
3. Pemakaian Tanda Baca
Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan:
- Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
- Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
- Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
- Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
- Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
- Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
- Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
- Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
- Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
- Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
- Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
- Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
- Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
- Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
- Akhir singkatan nama orang.
- Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum. Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
- Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
- Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya.
- Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
- Tidak dipakai pada akhir judulyang merupakan kepala karangan atau ilustrasi dan tabel.
Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada :
- Akhir kalimat tanya.
- Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Tanda Seru ( ! )
Tanda seru digunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan
atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, rasa emosi yang kuat dan
ketidakpercayaan.
Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai untuk :
- Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
- Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
- Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
- Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
- Di antara bab dan ayat dalam kitab suci
- Di antara jilid atau nomor dan halaman
- Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Tanda Titik Koma ( ; )
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang
sejenis dan setara. dan digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara
dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring ( / ) dipakai untuk :
- Dalam penomoran kode surat.
- Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.
Tanda Petik ( "…" )
Tanda petik dipakai untuk :
- Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
- Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum
- Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan
menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang
dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik
terakhir diberi jarak atau loncatan.
Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ‘ )
Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Misalnya:
- 1 Januari ’88. (’88 = 1988)
- Ali ‘kan kusurati. (‘kan = akan)
- Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)
Tanda petik tunggal dipakai untuk:
- Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
- mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Pengertian Diksi
Diksi merupakan sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Atau dengan kata lain, diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya. Tidak hanya diartikan sebagai pilihan kata, diksi juga diartikan sebagai suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah gagasan ataupun mengungkapkan suatu cerita meliputi persoalan seperti gaya bahasa, ungkapan gagasan dan lain sebagainya. Dengan diksi maka setiap kata dapat dibaca dan dipahami pembaca maupun pendengar.
Fungsi Diksi
Diksi dalam pembuatan karya sastra memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
- Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
- Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
- Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap).
- Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.
Macam – macam Diksi
- Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang
memiliki persamaan makna. Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan
untuk membuat apa yang dikatakan / dituliskan menjadi lebih sesuai
dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Contohnya : mati (ekspresi
pengungkapan yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan yang lebih
halus)
- Antonim
Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan atau pun berbeda. Contoh kata antonim adalah besar dan kecil.
- Polisemi
Poisemi merupakan frasa kata yang
memiliki banyak makna. Contohnya kata kepala yang dapat bermakna bagian
tubuh yang terletak di atas leher, atau dapat juga bermakna bagian yang
terletak di sebelah atas atau pun depan.
- Homograf
Homograf merupakan kata – kata yang memiliki tulisan sama akan tetapi memiliki arti dan bunyi yang berbeda.
- Homofon
Homofon merupakan kata – kata yang memiliki bunyi yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.
- Homonim
Homonim merupakan kata – kata yang
memiliki ejaan yang sama namun makna dan bnyinya berbeda. Contoh Asep
(nama orang) dan asep (asap).
- Hiponim
Hiponim merupakan kata yang maknanya
telah tercakup di dalam kata lainnya. Contohnya kata Salmon yang telah
termasuk ke dalam makna kata ikan.
- Hipernim
Hipernim merupakan kata yang telah
mencakup makna kata lain. Contohnya ada pada kata sempurna yang telah
mencakup kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya.
Syarat-Syarat Diksi
Untuk
menghasilkan cerita yang menarik dengan pilihan kata, maka diksi yang
baik harus memenuhi syarat-syarat berikut ini diantaranya:
- Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan sebuah gagasan
- Pengarang harus memiliki kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembaca
- Menguasai berbagai kosakata dan mampu memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti
Adapun ciri-ciri diksi yaitu:
- Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan
- Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.
- Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.
Fungsi Diksi
Adapun fungsi diksi, diantaranya yaitu:
Dengan diksi maka suatu kata akan lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan pemilihan kata (diksi) tersebut bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penulis dengan pembaca. Selain itu, bertujuan untuk memperindah kalimat, pengarang ata penulis bisa membuat cerita menjadi lebih runtut. Berikut beberapa fungsi diksi yang lainnya yaitu:
Dengan diksi maka suatu kata akan lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan pemilihan kata (diksi) tersebut bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penulis dengan pembaca. Selain itu, bertujuan untuk memperindah kalimat, pengarang ata penulis bisa membuat cerita menjadi lebih runtut. Berikut beberapa fungsi diksi yang lainnya yaitu:
- Membuat pembaca memahami apa yang disampaikan penulis atau pengarang
- Membuat komunikasi lebih efektif dan juga lebih efisien
- Menggambarkan ekspresi yang ada pada gagasan
- Membentuk gagasasan yang tepat.
Sumber:
http://www.markijar.com/2017/05/pedoman-ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-diksi-fungsi-diksi-dan-macam-macam-diksi/
https://www.pelajaran.id/2017/10/pengertian-diksi-syarat-ciri-fungsi-manfaat-jenis-dan-contoh-diksi.html
https://welcome-to-our.blogspot.com/2014/06/materi-diksi-dan-gaya-bahasa.html
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Mindmap Sistem Input dan Output Komputer Pengertian Sistem Input Dan Output Komputer I/O Sistem Input Dan Output Komputer ata...
-
Penggunaan EYD dan Diksi Pengertian EYD Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaa...